Kamis, 25 Juni 2009

I. ras unggul hewan produksi ruminansia dan non ruminansia
a. Sapi (ruminansia)
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Artiodaktil
Subordo : Ruminansia
Famili : Boviade, untuk sapi
Capridae, untuk kambing
Boviade, untuk domba
Genus : Bos, untuk sapi
Caprae, untuk kambing
Ovisaries, untuk domba
Pengelompokan bangsa sapi dapat di bagi berdasarkan jenis produksi yang diharapkan, yaitu sapi pedaging dan sapi perah. Jenis sapi pedaging adalah bangsa-bangsa sapi Ongol, Sahiwal,Simental, Hereford dll. Jenis sapi perah adalah bangsa-bangsa sapi FH, South Devon, Yersey.
Pada garis besarnya bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia terbagi 2 yaitu:
(1) Sapi-sapi yang berpunuk atau kelompok Zebu ( Bos indicus ). Kelompok ini berasal dan terutama tersebar di daerah tropis.
(2) Kelompok yang berasal dari Bos primigenius. Kelompok ini tersebar di daerah subtropics dan saat ini lebih terkenal dengan nama Bos Taurus.
(3) Kelompok yang berasal dari Bos sondaicus. Kelompok ini merupakan kelompok sapi lokal atau berasal dari Indonesia.

Kelompok Zebu ( Bos indicus )
Kelompok ini memiliki ciri-ciri khasnya, yaitu muka panjang, mempunyai punuk, dan umumnya bertanduk. Punuk yang terdiri dari tenunan otot adalah ciri khas gen dominant yang terdapat pada jenis ini. Jenis pada kelompok ini antara lain sapi Onggole, Sahiwal, Dhonne, Kankrey, Krishna Valley, Boran, dan lain-lain.
(1) sapi Onggole
Jenis ini berasal dari India dan Pakistan. Warna bulu pada umumnya putih dan kadang-kadang kelabu terutama pada punuknya. Berat sapi jantan dewasa sekitar 550kg dan betina 350 kg. Sapi ini adalah tipe pedaging dan pekerja.

Bos primigenius
Bos primigenius adalah sapi liar yang diperkirakan menurunkan sebagian besar sapi-sapi yang pada saat ini berada di daerah subtropis. Keturunan sapi liar tersebut dikenal dengan nama Aurochs. Ciri-cirinya antara lain penampilannya sangat besar, bertanduk panjang, sapi jantan berwarna hitam dg garis terang pd punggung nya, berbulu panjang di antara kedua tanduknya. Jenis-jenisnya antara lain sapi Aberdeen-Angus, Hereford, Shorthorn, Galloway, Sussex, Charolais, Santa Gertrudis, Brangus, Simmental, Limousin, Friesian Holstein, Brahman ,dll

(1) sapi Aberdeen-Angus
sapi ini berbulu hitam agak panjang, keriting, halus, dan tidak bertanduk. Termasuk tipe pedaging dengan bentuk tubuh yang panjang dan kompak. Sapi Aberdeen-Angus adalah hasil persilangan antara sapi Bucham humlies dan sapi Angus dodies.



(2) sapi Simmental
sapi ini berasal dari Lembah Simme di Switzerland. Sebenarnya sapi ini bukan hanya sapi dwiguna ( sapi pedaging dan sapi perah), tetapi triguna (pedaging, perah, dan pekerja). pertumbuhan ototnya sangat baik dan tidak banyak terdapat penimbunan lemak di bawah kulit. Warna bulunya krem kecoklatan hingga sedikit merah dan warna bulu pada muka putih. Demikian pula dari lutut ke bawah dan pada ujung ekor warna bulunya putih. Tanduknya tidak terlalu besar. Produksi susunya tinggi dengan persentase lemak susu 4%.
(3) sapi Limousin
jenis sapi ini merupakan sapi potong keturunan Bos Taurus selain itu dapat juga sebagai sapi pekerja. Warna bulunya merah coklat tanpa ada warna-warna putih kecuali pada ambingnya. Bentuk tubuh memanjang, bagian perut agak mengecil, tetapi bagian paha dan pinggul cukup besar, penuh daging, kakinya dari lutut ke bawah berwarna agak muda, dan pada umumnya tdp bentuk lingkaran yg jg berwarna agak muda di sekeliling matanya. Pada jantan,tanduknya mencuat keluar dan sedikit melengkung.
(4) sapi Brahman
sapi ini dikembangkan di AS dan erasal dari keturunan kelompok Zebu dari India dengan sedikit percampuran dengan darah jenis Taurus yang berasal dari Inggris. Sapi Brahman berkuping agak besar dan menjulai ke bawah, mempunyai gelambir dan punuk. Mukanya agak panjang dan warna bulunya umumnya putih atau kelabu muda, tetapi ada juga yang kemera-merahan. Jenis ini bersifat ingin tahu tetapi pemalu, tahan terhadap panas, tahan terhadap caplak,dan terhadap endoparasit. Pemanfaatan sapi brahman di non tropis ditujukan untuk memperbaiki mutu, bukan sebagai sapi potong, kecuali di daerah-daerah yg plg jelek yg hasil silangnya nya pun tidak dpt berprestasi dg baik.
(5) sapi Friesian Holstein ( FH )
sapi ini berasal dari bagian utara negeri Belanda. Di Amerika Utara sapi ini hanya disebut Holstein, dan di negara lain da pula yg menyebut Friesian. Di Indonesia sapi ini populer dg sebutan FH. Sapi jenis ini memiliki tanda-tanda warna belang hitam putih, pd dahinya terdapat warna putih berbentuk segitiga, dada,perut bawah, kaki dan ekor berwarna putih, dan tanduk kecil pendek menjurus ke depan. Selain itu sapi Fh bersifat tenang,jinak sehingga mudah dikuasai, tidak tahan panas, namun mudah beradaptasi, lambat menjadi dewasa. Sapi FH terkenal dg produksi susunya yg tinggi yaitu sekitar 6.350 kg per tahun dg persentase lemak susu sebesar 3,7%. Berat pejantan 1000kg, betina 650 kg sehingga selain sebagai penghasil susu, sapi Fh juga sebagai sapi pedaging.

Bos Sondaicus
Bos sondaicus atau Bos banteng, sampai sekarang masih bisa di temui hidup liar di daerah margasatwa yg dilindungi di Pulau Jawa, seperti di Pangandaran dan Ujung Kulon. Jenis-jenis sapi nya antara lain sapi Bali, sapi Grati, sapi Jawa, sapi Sumatra ,dan sapi Madura.
(1) sapi Bali
sapi bali merupakan sapi keturunan Bos sondaicus ( bos Banteng) yg berhasil di jinakkan. Sapi bali ini berukuran sedang , berdada dalam, berkaki kecil. Ukuran untuk sapi bali betina rata-rata mencapai dewasa kelamin pd umur 18 bulan. Rata-rata masa birahi 18hari, pd sapi betina muda 20-21 hari, sapi betina dewasa 16-23 hari. Sapi bali mempunyai keistimewaan, yakni gangguan pertumbuhan menunjukkan tidak berarti, memiliki respons yg menggembirakan terutama terhadap prilaku. Sapi bali usia pedet memiliki bulu sawo matang, betina dewasa merah bata dan tanduknya agak ke dalam dr kepala, jantan dewasa berbulu hitam dan tanduknya agak di bagian luar kepala. Sapi ini digunakan untuk ternak kerja, tetapi termasuk ternak pedaging.
(2) sapi Madura
sapi madura merupakan sapi keturunan perkawinan silang antara Bos Sondaicus dan Bos Indicus. Sapi Madura memiliki punuk kecil yg diwarisi dari Bos Indicus, dan warna kulit coklat atau merah bata di warisi dari Bos Sondaicus. Pada kepalanya terdapat tanduk melengkung ke depan dengan melingkar bulan sabit.


(3) sapi Grati
sapi Grati merupakan sapi keturunan Bos Sondaicus yg berkembang di P.Jawa dan P.Madura. Sapi Grati berasal dari hasil perkawinan silang antara sapi peranakan Onggole dg sapi Friesian Holstein. Sapi Grati mirip dg sapi Bali, seperti banteng. Warna bulunya coklat atau merah bata dan sedikit putih dan hitam.

b. domba dan kambing
Ordo : Artiodaktil
SubOrdo : Ruminansia
Famili : Caprinae
Rumpun :1. Nemorhaedini 4. Rupricatini
2. Budarcatini 5. Ovibovini
3. Caprini
A. Bangsa-bangsa Domba
Jenis-jenisnya antara lain domba Garut, Ekor gemuk, Asli Indonesia, Dor Set, Merino, Berbados Blackbelly, Southdown dan Rambouilet.
(1) domba Priangan atau domba Garut
Domba ini merupakan hasil persilangan antara domba asli Indonesia, domba Merino dari Asia Kecil dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan. Domba ini berbadan agak besar; jantan bobot 60-80 kg,betina 30-40 kg, domba jantan bertanduk cukup besar,melengkung ke arah belakang dan ujungnya mengarah ke depan shg berbentuk spiral, domba betina tak bertanduk dan penghasil daging.
(2) domba Asli Indonesia
Domba jenis ini kurang produktif karena karkas (daging) yg di hasilkan sangat r endah.
(4) domba Southdown
Domba ini penghasil daging, bulunya dapat dimanfaatkan untuk wool, tidak bertanduk, leher pendek,kakinya pendek



(5) domba Merino
Domba ini merupakan penghasil wool dan pedaging yg merupakan domba asli Spanyol. Domba jantan mempunyai tanduk berukuran besar dan membelit,domba betina tak bertanduk,berat jantan 64-79kg, betina 45-57 kg.

B. Bangsa-Bangsa Kambing
Jenis-jenis kambing antara lain kambing Etawah, kacang, Peranakan Etawah, Marica dan Alphine.

(1) Kambing Etawah
Jenis ini berasal dr Jamnapari India dan penghasil daging dan susu. Memiliki daun telinga panjang, memiliki tanduk (jntn n betina), BB jantan 68-91 kg, betina 36-63 kg, hidung melengkung, bulunya berwarna belang hitam putih atau merah, dan ekornya kecil dan pendek.
(2) Kambing peranakan Etawah / Jawarandu
Merupakan hasil persilangan dari kambing kacang dan kambing etawah. Penghasil susu dan daging. Kambing ini memiliki warna bulu bervariasi, ada yg berwarna cokelat muda,hitam dll, berdaun telinga panjang, BB jantan 40kg,betina 35kg, tinggi badannya 76-100cm.
(4) Kambing Kacang
Merupakan jenis kambing asli Indonesia. Kambing ini penghasil daging dan susu. Mempunyai daun telinga pendek tegak, BB jantan 25kg betina 20kg, mempunyai tanduk.
(5) Kambing Marica
Jenis kambing ini merupakan kambing asli Indonesia, merupakan penghasil daging.Ciri-ciri nya ukuran tubuh kecil, daun telinga pendek,kecil dan tegak,mempunyai kemiripan dg kambing kacang, berat badannya sama dg kambing kacang.


Perbandingan antara Kambing dg Domba
Karakteristik
Domba
Kambing
Ekor
Tubuh



Jenggot
Kebiasaan makan
Ke bawah
Umumnya tertutup wol kecuali hairy sheep

Tidak punya
Bergerombol
Jinak
Ke atas
Umumnya tertutup rambut kecuali kambing Angora, Kasmir

Punya (um: jtn)
Mencari sendirian
Mungkin agresif

c. Babi ( Non ruminansia)
Kelas : Mamalia
Ordo : Artiodactyla
Genus : Sus
Spesies : 1.Sus scrofa 4.Sus leucomystax 7. Sus barbatus
2.Sus vittatus 5.Sus celebensis
3.Sus cristatus 6.Sus verrucosus
A. Tipe Babi
Pada pokonya babi bisa dibedakan menjadi 3 tipe:
1. Lard type (babi tipe lemak)
Ukuran tubuh berlebihan, lebar, mudah gemuk,kemampuan dalam pembentukan l emak cukup tinggi, dan usuran kaki pendek.
2. Meat type ( babi tipe daging)
Usuran tubuh panjang, susunan badan padat, lemak sedikit, kepala dan lehernya ringan dan halus,usuran kaki panjangnya sedang, tumit pendek kuat. Contoh : Hampshire, Berkshire, Chester White
3. Bacon type (babi tipe sedang)
Ukuran tubuh panjang dan dalamnya tubuh sedang, halus,ukuran lebar tubuh sedang dan timbunan lemak sedang. Contoh: Yorkshire, Landrace

B. Bangsa babi
(1) Babi Berkshire
Asal Inggris, warna hitam dengan 6 ujung putih ( pada 4 kaki, muka dan ekor). Kepala dished, telinga tegak, hidung pendek dan muka konkaf.
(2) Babi Yorkshire
Asal Inggris, warna putih, muka oval, telinga tegak, litter size besar, keindukan bagus, persentase karkas tinggi.Babi ini berukuran besar, panjang, berwarna putih. Variasi individu kemungkinan disebabkan karena daya penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Babi ini peka terhadap sengatan matahari. Banyak digunakan untuk program pemuliaan dan persilangan.

(3) babi Landrace
Asal Denmark. Warna putih, karkas panjang, paha besar, kaki pendek, telinga menekuk ke depan. Keindukan, litter size besar. Babi Landrace banyak digunakan untuk program persilangan babi-babi di tropic, terutama di Asia Tenggara.

d. Kuda (non ruminansia)
Filum : Chordata (bertulangbelakang)
Klas : Mamalia
Ordo : Perissodactyla (berteracak, tdk memamahbiak)
Famili : Equidae
Genus :
Spesies : Equus caballus

(1) Kuda Thoroughbreed
Asal Inggris, cerdas, kecepatan lari dan stamina bagus, ekonomis (kondisi tubuh tetap baik pada padang rumput, atau ketersediaan bijian yang minim)



(2) Kuda Arabian
Asal Mesir, cantik, jinak, kecepatan dan stamina bagus, ekonomis (kondisi tubuh tetap baik pada padang rumput, atau ketersediaan bijian yang minim)

(3) Kuda ApaloosaAsal Spanyol. Warna bervariasi: putih, dibagian pinggang dengan totol-totol gelap berbentuk bulat atau oval telur. Di bagian badan juga sering ditemukan totol-totol, daerah mata dilingkari warna putih, teracak berwarna strip hitam-putih vertikal. Kuda ini dikembangkan suku Indian dan konon orang Indian belum pernah jatuh dari punggung kuda ini saat melawan kavaleri Amerika Serikat. Kuda ini bagus untuk pesiar, pameran, balapan, dan parade.

e. Kerbau
Kerbau termasuk dalam subfamili Bovinae, genus Bubalus. Dari empat spesies kerbau hanya satu yang menjadi jinak yaitu dari spesies Bubalus arnee. Kerbau jinak ( Bubalus bubalis ) dibagi menjadi dua yaitu kerbau sungai (India dan Pakistan) dan kerbau rawa (China, Indonesia, Thailand, Mesir Turki, Rak, Iran).
(1) Kerbau Perah India dan Pakistan
Kerbau perah india dan pakistan yang paling penting adalah Murrah, Nili, Surti dan Jaffarabadi
(2) Kerbau Murrah
Kerbau ini bertempat di daerah Haryana dan Delhi (India). Kepala kerbau ini relatif kecil di banding ukuran tubuhnya, ringan, dan halus pada betina, berah dan kasar pd jantan. Lekuk muka nyata, telinganya kecil, tanduknya pendek tumbuh ke atas dan kebelakang. Kakinya lurus,pendek, dan berkuku hitam berukuran panjang.
(3) Kerbau Nilli
Kerbau Nilli berkepala panjang dg lekek nyata, berlubang hidung lebar, telinganya berukuran sedang dan ujungnya runcing, kulitnya halus dan lunak dg warna umum hitam.


(4) Kerbau Surti
kulitnya agak tebal tetapi halus, lunak, berbulu jarang. Ekornya panjang, kecil dan fleksibel. Telinganya berukuran sedang, menggantung dan warna kulit sebelah dalam telinga merah muda.

Setelah penggolongan hewan berdasarkan ruminansia dan non ruminansia, berikut ini merupakan ciri-ciri yang terdapat pada hewan tersebut dalam menyikapi klimat, perilaku di lingkungan maupun ras unggul itu sendiri.
ü Klimat
Untuk menjaga temperatur tubuh karena pengaruh luar yang kondisinya berubah secara luar biasa, hewan ternak harus mempunayi balans thermal antara produksi panasnya atau panas yang diperolehnya dari lingkungan dengan panas yg dilepaskan ke lingkungannya. Warna bukan satu-satunya faktor yg mempengaruhi akibat penyinaran radiasi sinar matahari namun panjang, kelebatan, dan kondisi rambut juga berpengaruh.
ü Perilaku di lingkungan
Perubahan tingkah laku hewan menjadi penting karena perubahan dari subtropik menjadi tropik dapat menagakibatkan ternak menjadi lamban geraknya sehingga mengurangi produksi panas otot.

II. usaha pemerintah untuk meningkatkan IPM melalui hewan produktif
Jika melihat kasus rendahnya IPM di Indonesia maka pemerintah dalam hal ini di limpahkan ke Dirjen Peternakan untuk melakukan berbagai upaya. Upaya-upaya tersebut bisa dimulai dari seleksi calon induk dan pejantan, genetis, perbaikan produksi melalui makanan, dan melalui tata laksana kesehatan.
§ Perbaikan genetis merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan bibit unggul. Ada 2 macam cara yang dpt ditempuh,yaitu:
a. Dengan Inseminasi Buatan (IB)
Dari hasil keturunan IB ini ternyata dpt memperbaiki mutu keturunan. Rata-rata produksi keturunan IB ini antara 15-20 liter/hari pd laktasi yg kedua.
b. Impor Sapi
Dengan mengimpor bibit FH secara bertahap dapat mengganti induk-induk yg produksinya jelek. Peningkatan mutu sapi lebih penting daripada peningkatan jumlah populasi.
c. melakukan seleksi
cara ini dilaksanakan secara terus-menerus dan seksama. Hanya sapi-sapi baik saja dipertahankan. Sebaliknya sapi-sapi tidak produktif harus di seleksi. Dengan seleksi maka semua hasil IB dan impor digunakan untuk menggantikannya.
ü Perbaikan produksi melalui makanan.
Penyediaan makanan yg terbatas akan membatasi peningkatan jumlah dan mutu produksi. Untuk menjamin penyediaan pakan, perlu penambahan lahan pertanaman hijauan yg memadai, menanam berbagai jenis rumput unggul, melakukan pengelolaan hijauan secara intensif. Cara pemberian pakan harus efisien sesuai dengan kebutuhan biologis sapi bersangkutan.

ü Perbaikan produksi melalui tatalaksana kesehatan
Perbaikan ini dapat dilakukan dg karantina bagi sapi-sapi yg akan msk pada kelompok ternak yg sudah ada, tindakan preventif seperti vaksinasi.













DAFTAR PUSTAKA
Sihombing, DTH. 2006. Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Ismed Pane. 1993. Pemuliabiakan Ternak Sapi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Reksohadiprojo,Soedomo. 1984. Pengantar Ilmu Peternakan Tropik. BPFE. Yogyakarta
Prihadi.S. 1994. Tata Laksana Dan Produksi Ternak Perah. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta

1 komentar:

  1. terimaksih, atas bacaanya, kalo boleh artikelnya kurang lengkap dalam manjemen peternakan seperti perkandangan, pakan, kesehatan dll. terimakasih...http://ades08.student.ipb.ac.id

    BalasHapus